Furnitur Kayu Trembesi Dan Sonokeling Dengan Beragam Jenis

Diposting pada

Kayu sudah digunakan sejak jaman dahulu untuk kebutuhan manusia. Kayu merupakan bahan utama furnitur seperti meja, lemari, dan kursi. Saat ini, ada beragam jenis kayu yang dimanfaatkan untuk industri dan kerajinan diantaranya trembesi dan sonokeling. Lupakan sejenak kayu jati yang memang menempati tempat tertinggi dari kelas kayu. Furnitur kayu sonokeling merupakan alternatif pengganti jati yang memiliki ketahanan dan kualitas setara. Sonokeling mulai dimanfaatkan lebih luas, termasuk akarnya. Dilain pihak, trembesi seolah tidak dapat dipisahkan dari industri kayu karena merupakan kayu umum yang sering digunakan dan mudah dibentuk ke berbagai macam furnitur.

 

Mengenal Furnitur Kayu Trembesi

Furnitur kayu trembesi memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan jenis kayu lain. Sebegaimana yang telah diketahui kayu jenis ini tergolong dalam kategori kayu keras. Trembesi memiliki bentuk pohon yang membentuk payung. Anda akan mudah mengenalinya. Daerah asal kayu trembesi adalah amerika selatan, kemudian menyebar hingga daerah tropis lain, seperti Indonesia dan Malaysia. Sebelum memilih kayu trembesi sebagai bahan furnitur, Anda harus mengenal lebih dekat tentang kayu ini

 

Trembesi memiliki nama latin Albizi saman. Kayu memiliki sifat keras tetapi masuk dalam kategori tiga dibawah jati dan sonokeling. Untuk dapat dijadikan furnitur kayu trembesi, pengrajin harus menggunakan kayu yang telah berusia lebih dari 5 tahun. Kecepatan pertumbuhan kayu ini memang menjadi andalan bagi industri perkayuan dan furnitur. Anda tidak perlu menunggu hingga sepuluh tahun untuk mendapatkan kayu dengan diameter 50 cm. Kayu trembesi akan siap setelah lima tahu, bahkan empat tahun. Para pengrajin furnitur lebih memilih kayu jenis tua yang lebih bagus dan kuat kualitasnya. Ketahanan memang tidak sekuat jati tetapi corak yang dimiliki sangat menarik. Kayu memiliki bagian kulit berwarna putih dengan tengahnya coklat gelap dan bercorak kehitaman.

 

Beragam furnitur kayu trembesi dihasilkan oleh para pengrajin. Kayu trembesi memang bukan kayu mewah tetapi mampu menghasilkan pola ukiran yang unik dan antik. Kayu ini juga mudah dibentuk dan dipotong dalam berbagai ukuran. Secara umum, trembesi hanya akan memiliki ketebalan minimal lima sentimeter ketika dipotong. Hal tersebut dimaksud untuk tetap menjaga kekokohan kayu. Ada banyak jenis furnitur yang berasal dari jenis kayu ini. Yang pertama adalah meja berkaki empat yang umum digunakan sebagai meja tamu atau ruang makan. Sifatnya yang keras tetapi cukup ringan menjadikan meja tidak seberat dari bahan kayu jati.

 

Pernahkah anda melihat bentuk meja yang unik karena berasal dari akar kayu? Furnitur tipe ini umumnya berasal dari kayu besar dan tua. Anda tidak akan mudah menemukan furnitur akar kayu yang berasal dari kayu trembesi. Sebagaimana yang telah dijelaskan, kayu ini sudah siap dipanen dalam jangka waktu relatif singkat. Akarnya pun memang bagus untuk furnitur, tetapi jarang dimanfaatkan karena kayu dipotong langsung hingga bagian terbawah dari batang.

 

Tentang Furnitur Kayu Sonokeling

Kayu lain yang menjadi primadona adalah sonokeling. Nama dari kayu ini memang sedikit aneh tetapi jangan meragukan kualitasnya. Kayu ini berada pada peringkat dua setelah jati dalam hal daya tahan dan kualitas. Jati memang tidak dapat dipungkiri sebagai kayu terbaik di segala hal. Hingga kini, furnitur dari bahan jati sudah menjadi standar kualitas dengan harga sangat mahal. Kelangkaan bahan baku dan harga menjadikan para pengrajin beralih ke furnitur kayu sonokeling.

 

Apa yang menarik dari kayu sonokeling? Kayu ini merupakan tumbuhan asli pulau Jawa dan ditemukan hanya di Jawa bagian tengah dan timur. Kayu memiliki warna lebih gelap serta corak hitam yang unik. Kayu ini memiliki daya tahan yang bagus dan tidak mudah dimakan rayap karena cairan kimia alaminya. Kayu sonokeling yang sangat tua dapat memiliki ukuran yang besar serta memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan kayu jati muda. Hal inilah yang mendorong banyak pengrajin lebih memilih sonokeling sebagai alternatif. Untuk memotongnya, pengrajin harus menggunakan gergaji khusus agar tidak rusak dan hasilnya lebih rapi.

 

Beragam furnitur kayu sonokeling dapat menjadi pilihan. Furnitur umum yaitu meja, kursi, lemari, dan tempat tidur. Kayu ini dapat bertahan lama tanpa pelapis kimia. Ketahanan tersebut dapat ditingkatkan dengan pelapis yang khusus untuk mencegah rayap. Meja dari sonokeling cukup berat karena massa jenis kayu hampir setara dengan jati. Furnitur dari kayu ini lebih murah dibandingkan dengan kayu jati.

 

Sonokeling juga digunakan untuk kebutuhan lain sperti rangka atap, kusen, pintu, dan lantai. Sifatnya yang keras mampu menahan beban berat sehingga cocok untuk lantai. Tentu saja Anda tidak akan mengeluarkan banyak uang untuk menggunakan kayu ini. Bagaimana dengan furnitur akar kayu sonokeling? Akar dari sonokeling dapat dijadikan kerajinan dengan hasil yang unik dan menarik. Pengrajin akan memilih limbah akar kayu yang tua dengan diameter besar untuk meja dan lebih kecil untuk ukiran atau kursi.

 

Setiap kayu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Contoh diatas adalah dua kayu yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai furnitur. Trembesi dan sonokeling memang memiliki kelas yang berbeda. Trembesi sudah umum digunakan tetapi sonokeling masih jarang. Selain itu daya tahan serta kekuatannya pun berbeda. Yang menarik adalah bagaimana akar kedua kayu digunakan sebagai furnitur. Akar trembesi memang dapat diolah tetapi tidak sepopuler jati. Sebaliknya, jati yang kian mahal menjadikan pengrajin lebih memilih furnitur akar kayu sonokeling sebagai alternatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *