Investasi Menggiurkan dengan Menanam Pohon Jati

Investasi Menggiurkan dengan Menanam Pohon Jati

Diposting pada

Investasi Menggiurkan dengan Menanam Pohon Jati

Kayu jati sudah sangat terkenal dan banyak diburu orang untuk dimanfaatkan menjadi furniture. Para pembeli furniture biasanya akan menanyakan terlebih dahulu mana furniture yang menggunakan kayu jati. Kayu jati menjadi favorit karena kualitasnya yang sangat baik sehingga furniturenya sangat kuat dan awet. Biasanya semakin tua maka harga kayu jati tua semakin mahal. Karena biasanya semakin tua maka tingkat kepadatan kayu semakin padat dan kadar air semakin berkurang sehingga kualitas kayu jatinya lebih kuat dan tahan lama.

Hal ini menjadikan bibit kayu jati menjadi banyak dicari. Misalnya saja untuk jenis bibit jati super dengan tinggi 50 sampai 60 cm harga per batangnya 4.500. Untuk idealnya jarak tanam antar pohon jati 2 x 2,5 meter. Sehingga untuk satu hektar lahan bisa dipakai hingga 2000 pohon jati. Selain jenis bibit kayu jati super ada juga jenis kayu jati emas. Dan ada pula jenis kayu jati Perhutani. Layu jati Perhutani harga kayu jati tuanya jauh lebih mahal di banding jenis – jenis lainya karena memang kayu jati Perhutani ini memiliki kayu yang sangat baik kualitasnya. Diantaranya, warna kayunya tampak lebih hiduo, motif ulir kayunya lebih bagus, kayunya lurus tidak bercabang-cabang atau bengkok., dan ketahanannya sangat kuat. Kayu jati Perhutani ini dikelola oleh BUMN ( Badan Usaha Milik Negara) yang merupakan perusahaan pemerintah yang iuga menangani sumber daya kehutanan.

Harga Kayu Jati

Untuk harga kayu jati tua sendiri bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Pembeli kayu jati biasanya malah mencari kayu jati yang tua walaupun harganya sangat mahal karena memang yang mereka cari merupakan nilai estetika dan kualitas kayunya. Sebagai gambaran saja untuk jenis jati solomon harga pohonnya untuk per kubik atau m3 berdasarkan tahun penanamannya untuk umur jati solomon dengan volume 0,25 m3/pohon pada tahun ke 5 harga jualnya mencapai 2 juta rupiah. Pada tahun ke 5 tersebut diameter batangnya 22 – 25 cm. Untuk pohon dengan volume 0,6 m3/pohon harga jualnya 3 juta rupiah dengan diameter pohon mencapai 30 – 35 cm biasanya pohon jati seperti ini adalah pohon jati dengan masa tanam sekitar 10 tahun.

Karena begitu tingginya harga kayu jati maka banyak orang yang memburu bibit kayu jati karena ingin melakukan investasi.  Para investor yang mencari bibit kayu jati pasti telah benar – benar memperhitungkan bahwa berinvestasi dengan menanam pohon jati merupakan alternatif tabungan masa depan yang nilainya bahkan melebihi nilai deposito yang bunganya paling besar sekalipun. Misalnya saja investor tersebut menanam pohon jati selama 15 tahun 1 pohon bisa mencapai ketinggian 1 meter dan harga untuk 1 pohonnya saja bisa dijual sekitar 10 juta rupiah per pohon. Bayangkan saja jika kita menanam pohon jati 100 buah saja kita sudah bisa mendapatkan uang sebanyak 1 milyar.

Bisnis Jual Beli Kayu Jati

Para investor kayu jati di daerah pulau Jawa sendiri didominasi oleh produksi kayu jati dari Perhutani. Jumlah produksinya pun tak main – main pada tahun 2007 saja produksi kayu jati dari Perhutani sekitar 512 ribu meter kubik, dan sebanyak 200 ribu meter kubik jati kualitas menengah telah dijual oleh perusahaan milik negara ini. Selain Perhutani pun para investor swasta seperti masyarakat biasa yang memiliki lahan dan ditanami pohon jati juga cukup banyak. Berdasarkan survey nasional pada tahun 2003 saja sebanyak 80 juta pohon jati ada di lahan rakyat dimana 25% siap tebang. Bisa dibayangkan betapa banyaknya kini pohon jati yang siap tebang. Biasanya, populasi pohon jati banyak ditemukan di wilayah tanah kering seperti di daerah Wonosari, Gunungkidul. Di sana saja ada sekitar 1 juta batang pohon jati. Dan produksi pohon jati dari Gunungkidul ini kebanyakan akan didistribusikan ke Jepara dimana Jepara merupakan daerah sentral pembuatan furniture yang terkenal akan ukirannya sehingga banyak membutuhkan bahan baku kayu dan yang menjadi bahan kayu kualitas nomer satu merupakan kayu jati sehingga para pembeli kayu jati gelondongan biasanya juga seorang pengrajin furnitur atau bisa juga makelar atau reseller kayu jati.

Biasanya para penanam swasta menjual produk kayu jatinya dengan jalan menjual pihon yang masih berdiri di lahan mereka. Biasanya mereka menjual kayu jati melalui perantara atau sering disebut dengan makelar kayu. Untuk penebangan pohonnya sendiri biasanya dilakukan oleh pihak yang membeli. Namun terkadang cara ini malah justru merugikan bagi para penanam karena biasanya penanam akan kehilangan  kesempatan untuk harga jual yang lebih tinggi. Nah padahal biasanya pembeli tidak melihat  langsung ukuran pohon dan hanya menaksir harga lewat spekulasi dengan marjin keuntungannya karena pembayaran biasanya dilakukan sebelum pohon selesai ditebang. Yang menyurvei sebelum membeli bukan pembeli kayu jati melainkan perantaranya atau makelar. Sehingga yang melakukan negosiasi pun biasanya juga melalui perantara makelar.

Dalam bisnis jual beli kayu jati memang banyak pihak yang bisa meraup keuntungan dari bisnis ini misalnya saja para penanam, selain itu tentunya juga pembeli kayu jati, selain itu ada pihak di luar itu yakni perantara atau makelar yang pure hanya menghubungkan penjual dengan pembeli kayu jati. Biasanya memang pemasaran kayu ini tidak dilakukan langsung antara pembeli dan penjual dan menggunakan perantara sebab transaksi yang dilakukan skalanya tidak konstan atau berselang waktu yang cukup lama. Selain itu makelar juga sudah memiliki banyak kenalan baik kenalan penjual ataupun pembeli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *